Sabtu, 30 Mei 2009

PUISI Edisi 01/Mei'09

Ku berteriak-teriak dalam dada
Kadang menguncup dan merona
Ku meraba-raba ke dalam jiwa
Selalu berbeda

Terombang-ambing mengatur nada
Ku menyala-nyala saat berbunga
Membenturkan muka jika ku terdiam
Supaya terjaga

Berharap kibid bermurah dan sekaya Samudra
Layaknya gas udara di mana-mana
Sehebat mahkota bunga
Bukan sekedar sketsa
Setelah itu
Andai diberi jua
Aku akan bersujud sembah

(Baiti Nurjannah, XI IPS)

*********************************

Sudut Pilu

Cerita dari balik jendela
Rahasia diam di sekitarnya
Di sinipun ku tulis syair
Yang terdengar rindu

Hening pagi bertemankan embun
Sayup merintih menunggu
Mengisyaratkan hati dan jiwa pagi ini
Bertanya dan bertanya lagi….

Ku teriakan perlahan getar pilu ini
Ku hapus perih untuk sang waktu
Biar genggaman yang bergerak
Biar Tuhan berencana

Harapku untuk hari ini
Hariku untuk nafas harapku esok harI

(Hamba Allah)


******

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates